Pakaian Adat Dayak Warnai Hari Anak Nasional Ke 42 di Barito Utara dan Deklarasi GERNAS RANA

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Dengan mengusung tema nasional "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan," Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Peringatan Hari Anak Nasional ke - 42 Tahun 2026 sekaligus Acara Deklarasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) di Arena Terbuka Tiara Batara Muara Teweh, Kamis (23/7/2026). 

Dalam acara ini, ratusan anak-anak Barito Utara usia dini hadir mengenakan aneka pakaian unik dan kreatif dalam rangka memeriahkan acara nasional yang tampak sangat bernuansakan anak-anak Indonesia yang berbhineka dan beragam tersebut. 

Dari pakaian adat, pakaian profesional hingga pakaian militer dan polisi cilik ditampilkan anak anak Barito Utara di arena terbuka Tiara Batara saat itu. Salah satunya dari anak - anak TK Santa Maria, Muara Teweh.

Seorang anak kecil perempuan Santa Maria tampil mengenakan pakaian tradisional khas Dayak berwarna merah menyala, lengkap dengan topi berbulu burung Tingang dan rambat atau tas dari anyaman rotan dipunggungnya. Sementara yang lainnya mengenakan pakaian polisi dan tentara cilik.

Dalam salah satu sesi, ratusan anak Barito Utara dari berbagai Taman Kanak-Kanak (TK) kota Muara Teweh juga berbaris melakukan parade dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara serta jajarannya seraya melambaikan tangan ke arah para pimpinan daerah.

"Lambaikan tangan, Nak," ucap salah satu guru yang diikuti para anak PAUD dengan melambaikan tangganya ke arah Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara.

Acara ini selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara juga dihadiri Sekretaris Daerah Muhlis, unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah (OPD), ASN, Ketua beserta pengurus GOW dan DWP Barito Utara, para guru, pelajar, serta ratusan anak dari berbagai sekolah di Muara Teweh.

Dalam sambutannya Bupati menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, perundungan (bullying), diskriminasi, eksploitasi, maupun perlakuan lain yang menghambat tumbuh kembang anak.

"Ruang aman dan nyaman bagi anak bukan hanya berupa bangunan fisik yang layak, tetapi juga mencakup lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, sekolah yang ramah anak, ruang bermain yang sehat, lingkungan sosial yang mendukung, serta ruang digital yang aman dari berbagai pengaruh negatif," kata Bupati H. Shalahudin.

Peringatan HAN Ke - 42 dan Deklarasi GERNAS RANA di Barito Utara ini ditandai secara resmi dengan pernyataan dimulainya gerakan oleh Bupati Barito Utara, sebagai wujud komitmen kuat daerah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. 

Dipenghujung kegiatan dilaksanan penandatangan komitmen Siap Menjadi Bagian Dari GERNAS RANA yang dimulai oleh bupati Barito Utara diikuti oleh pejabat terkait.