Tokoh Dayak Barito Utara Suria Baya. Foto Warna Kalimantan
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Alasan pemadaman listrik yang banyak tersebar di media sosial tentang adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem PLN hingga akibatkan pemadaman listrik bergilir di Barito Utara, mulai menuai protes warga, salah satunya bahkan datang dari tokoh Dayak Barito Utara, Suria Baya.
Menurut Suria Baya, Barito Utara sebagai sumber energi untuk mengaliri listrik ke berbagai daerah Kalimantan Tengah dan Selatan, tak sepantasnya mengalami pemadaman (2/7/2026).
"Daerah kita memasok energi listrik kemana-mana, sedangkan di tempat kita sendiri tidak mampu melayani dengan maksimal, untuk apa?" tuturnya.
Sumber Daya Alam yang melimpah di Barito Utara berupa gas bumi ternyata disuplai ke daerah lain, sementara pelayanan energi di daerah tempat sumber daya alamnya sendiri pelayanannya terseok-seok atau belum mampu.
Beliau juga mengherankan pemadaman listrik yang terjadi seperti seirama dengan yang terjadi di daerah lain di Nusantara, seakan sedang tren-trennya pemadaman dan terasa seperti kompak.
"Saya jadi heran dengan keserasian ini seakan sepert tren dan kompak," ucapnya.
Suria Baya memperingatkan PLN untuk segera memperbaiki pelayanan, jika tidak, dirinya siap mengkoordinir untuk melakukan unjuk rasa atau demo di Desa Karendan Kecamatan Lahei tempat berada pembangkit listrik tenaga gas dan uap tersebut berada.
"Kita dan masyarakat siap berdemonstrsi di Karendan jika tuntutan kita tak terpenuhi," tutupnya dalam wawancara singkat.
