Salah satu proyek pembangunan trotoar di Jalan Sengaji Hulu Muara Teweh (27/8/2025). Warna Kalimantan/M. Gazali Noor
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Pembangunan infrastruktur publik, trotoar, jalan dan rehab tampak semakin massif dilakukan di kota Muara Teweh dipenghujung masa jabatan Pj Bupati Barito Utara, Indra Gunawan.
Dibeberapa tepi jalan di dalam kota Muara Teweh seperti di Kelurahan Lanjas dan Melayu, terlihat adanya aktivitas para pekerja yang sedang sibuk melakukan pekerjaan memperbaiki trotoar jalan.
Jika dilihat dari plang proyek yang memuat data spesifik pengerjaannya, secara akumulatif kisaran beberapa proyek yang berhasil terpantau tersebut menelan biaya mencapai miliaran rupiah dan dikerjakan oleh CV (Perusahaan) yang berbeda-beda.
Rehalibilitasi parit dan saluran yang dilakukan di jalan Timor atau sering disebut dengan nama "Gunung Anem", nilai kontrak yang memakai dana anggaran APBD 2025 itu mencapai sekitar 489 juta rupiah. Estimasi waktu pengerjaan selama 135 hari.
Di jalan Sengaji Hulu untuk rehalibilitasi parit dan saluran, nilai kontraknya mencapai sekitar 490 juta rupiah dalam jangka waktu pelaksanaan selama 135 hari. Lalu penataan trotoar di depan Masjid Raya Sirathal Mustaqim kontraknya sebesar sekitar 684 juta rupiah.
Berikutnya di jalan Beringin Kelurahan Lanjas, untuk penataan trotoar kontraknya bernilai kurang lebih 683 juta dalam masa waktu pelaksanaan selama 135 hari.
Sedangkan untuk proyek disekitar pasar Dermaga belum diketahui datanya, karena saat berada dilokasi dan mencari keberadaan plangnya, Warna Kalimantan tidak menemukannya saat itu (27/8/2025).
Kepala Dinas PUPR M. Iman Topik, S.IP, M.Si yang coba ditemui Warna Kalimantan di kantornya untuk menanyakan tentang data detail proyek-proyek yang saat ini sedang berlangsung di seluruh Barito Utara, menurut informasi dari pegawai setempat sudah berangkat keluar kota Muara Teweh bersama Pj Bupati Indra Gunawan untuk urusan dinas.
Kendati begitu, disela-sela kegiatannya diluar kota, Iman topik yang coba kami hubungi lewat perpesanan WA memberikan respons positif kepada wartawan dari jarak jauh.
Ia mengarahkan agar Warna Kalimantan langsung mengkonfirmasi kepada beberapa Kepala Bidang, tujuannya agar segala sesuatunya terkait data dapat lebih detail.
"Dengan Kabid Tata Kota atau Kabid Cipta Karya terkait beberapa kegiatan penangganan trotoar maupun saluran drainase, untuk data, bahan dan keterangan," kata Kadis Iman Topik yang menunjukan adanya keterbukaan informasi publik.
Hari berikutnya (28/8/2025) media mencoba menemui Kabid Tata Kota, namun beliau sedang berada di Jakarta untuk suatu kegiatan dinas.
Beruntung Warna Kalimantan berhasil mewawancarai Kepala Bidang Cita Karya Bapak Ignasius yang membidangi sarana prasarana pemukiman, jalan lingkungan, drainase dan air bersih.
Ia menerangkan, pembangunan yang terkait bidangnya mencapai 80 paket dalam kota Muara Teweh dan dalam bentuk Penunjukan Langsung (PL). Salah satunya proyek jalan yang berada di dalam lingkungan perumahan.
"Nilainya 181 (Juta), panjang (jalannya) rata-rata sekitar 80 sampai 100 meter saja. Dengan lebar satu setengah atau 4 (meter)," jelasnya.
Sekadar untuk informasi, proyek PL atau Penunjukan Langsung adalah proyek yang dapat dilalui tanpa lelang dengan syarat dan ketentuan tertentu yang diatur dalam Perpres No.12 Tahun 2021.
Lanjut Ignasius lagi, biaya total pembangunan dari proyek tadi mencapai kurang lebih 10 Miliar rupiah dan kebanyakan adalah Pokok Pikiran anggota DPRD.
Sumber berikutnya yang kami temui untuk menanyakan secara kongkret pembangunan apa saja yang sedang dilakukan di Kabupaten Barito Utara, adalah Kepala Bidang Bina Marga, Bapak Subiantoro.
Ia menyampaikan tentang tupoksi bidangnya, yaitu dalam pembangunan jalan dan jembatan yang memang sudah ter-SK-kan dalam Surat Keterangan (SK) Bupati.
"Semua lagi proses pelelangan. Karena melalui beberapa pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK maupun Inspektorat, karena kami harus melalui probity audit. Karena bidang Bina Marga itu menjadi pilot projectnya kegiatan pembangunan," jelasnya.
Beberapa proyek prioritas di Kabupaten Barito Utara ada dua di Bina Marga, sebut Subiantoro, yaitu di jalan Jamud dan Simpang Liju dengan anggaran kurang lebih sekitar 4,8 Miliar, jelasnya diakhir wawancara.
