Anggota Kepolisian Saat Turut Memadamkan Karhutla. Foto : Humas Polres Barito Utara
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH — Polres Barito Utara di bawah pimpinan Kapolres, AKBP Singgih Febiyanto, SH, S.I.K, aktif dan intensif dalam penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Barito Utara dalam beberapa bulan ini.
Beberapa titik api di Kabupaten Barito Utara diketahui senantiasa turut ditangani oleh tim anggota kepolisian Barito Utara, baik Polres maupun Polsek, yang berjibaku melawan api bersinergi bersama BPBD, Manggala Agni, Damkar dan masyarakat relawan.
Selain itu, bentuk kegiatan berupa edukasi dan aksi sosial turut dilakukan sebagai bagian dari upaya strategis mengatasi dampak Karhutla. Seperti kegiatan bakti sosial di Desa Trahean, Trans Bangdep, dan Bintang Ninggi, Kecamatan Teweh Selatan yang di dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., bersama jajaran perwira dan personel gabungan bersinergi dengan BPBD, Damkar, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Hal ini dilakukan agar selain fokus pemadaman dan pendinginan lahan, juga turut dibarengi dengan gencarnya sosialisasi mengenai larangan pembakaran lahan, sanksi pidana, serta Maklumat Kapolda Kalteng No: MAK/1/VII/2026.
Polres Barito Utara dalam kegiatan tersebut membagikan masker dan paket makan, serta menyiagakan tim Sie Dokkes Polres Barut untuk pemeriksaan kesehatan petugas dan warga.
Bersumber dari rilis Humas Polres Barito Utara yang diterima awak media, Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu Novendra W.P, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Polres Barito Utara dalam penanganan Karhutla secara taktis di lapangan.
"Sekaligus mengedepankan pendekatan humanis melalui sosialisasi pencegahan serta pembagian masker kepada masyarakat dan petugas relawan," tuturnya.
Aksi kepolisian Barito Utara ini mendapat dukungan dan simpati masyarakat. Peran kepolisian Barito Utara dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kabut asap yang kian mengganggu kualitas hidup masyarakat karena menurunnya kualitas udara dan memicu berbagai masalah kesehatan serta hambatan aktivitas keseharian masyarakat.
