Kegiatan Deklarasi Anti Narkoba di Aula STIE Muara Teweh (17/10/2026). Foto : Warna Kalimantan
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Pernyataan sikap menolak narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di lingkungan kampus dinyatakan secara tegas dan jelas oleh mahasiswa, mahasiswi dan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muara Teweh.
Dalam sebuah acara Deklarasi di Aula Kampus yang diikuti seluruh mahasiswa dan mahasiswi serta dosen, STIE Muara Teweh secara bulat menyatakan tidak ada tempat untuk narkoba dikampus kebanggaannya (17/10/2026).
Pernyataan itu tertuang dalam 5 point deklarasi sebagai komitmen bersama seluruh sivitas akademika STIE Muara Teweh untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, berkarakter, berintegritas dan berprestasi tanpa narkoba.
"Kami, seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muara Teweh, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab menyatakan:
1. Menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan kampus.
2. Berkomitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
3. Mendukung upaya pencegahan dan edukasi bahaya narkoba bagi seluruh sivitas akademika.
4. Bersedia menjaga integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mewujudkan kampus yang bersih dari narkoba.
5. Mendukung koordinasi dengan pihak berwenang apabila diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba"
Ketua Pembina Yayasan BATARA Muara Teweh yang juga Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, Dr. H. Tajeri, SE, MM, SH, MH, dalam sambutan pembukaannya menyatakan narkoba merupakan bahaya serius yang sudah sangat benar-benar mengancam masa depan generasi muda penerus bangsa.
"Sudah banyak korban narkoba berjatuhan. Ini sudah bentuk penjajahan sistematis kepada bangsa kita," kata Tajeri mengingatkan ancaman narkoba.
Tajeri menegaskan tidak akan mentolerir adanya peredaran gelap narkoba di lingkungan kampus hingga sekecil apapun. Karena Narkoba adalah bahaya yang sudah luar biasa.
Tajeri juga yakin dan percaya serta menaruh harapan besar adanya pemberantasan bersifat semesta di seluruh wilayah Indonesia dengan hadirnya Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Lebih lagi ada Instruksi Kapolri kepada seluruh kepala kepolisian daerah untuk memetakan kawasan rawan serta bandar narkoba.
"Harapan kita dengan Kapolri yang Baru perang terhadap narkoba betul-betul terlaksana sebagaimana yang kita harapkan," harap Tajeri.
Sementara itu Ketua STIE Muara Teweh, Dr. Hj. Sofia, S.E., M.M., M.Pd memastikan STIE Muara Teweh akan terus memproteksi kampus dari ancaman narkoba. Salah satunya saat penerimaan mahasiswa baru.
"Setiap mahasiswa baru yang akan memasuki kampus sudah kita bekali mereka dengan edukasi pencegahan narkoba," tuturnya kepada media.
STIE Muara Teweh, sebutnya, akan secara berkelanjutan terus untuk berupaya membentengi lingkungan kampus dari narkoba yang merusak anak bangsa Indonesia.
