Radar Cuaca Muara Teweh, Satu dari 45 Radar di Indonesia Mampu Jangkau 250 KM, Kepala BMKG RI Apresiasi Pemkab Barut

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Peresmian Radar Cuaca C Band milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Barito Utara turut dihadiri Sekda Barito Utara Drs. H. Muhlis, M. AP yang mewakili Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST, MT.

Peresmian radar dengan bangunan bertingkat mirip Air Traffic Controllers (ATC) yang biasa ada di bandara besar tersebut, berdiri kokoh di Jalan Pendreh di seberang Taman Lampion Muara Teweh.

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST, MT, melalui Sekda Muhlis mengucapkan Selamat Datang Kepada Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia yang secara khusus meresmikan radar canggih ini.

"Terima kasih atas kesediannya berkenan hadir dan meresmikan gedung Radar Cuaca Muara Teweh," ucap Sekda Muhlis mewakili Bupati H. Shalahuddin (10/8/2026).

Disampaikan Bupati H. Shalahuddin dalam sambutan yang dibacakan ini, perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menuntut kita semua untuk memiliki sistem pemantauan cuaca yang lebih canggih agar mampu memberikan informasi secara cepat dan tepat sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Karena itu keberadaan Radar Cuaca Muara Teweh menjadi investasi strategis yang memiliki manfaat sangat luas," sebut Bupati.

Bagi Kabupaten Barito Utara (Barut) yang memiliki wilayah cukup luas dengan karakteristik geografis yang beragam, informasi cuaca yang akurat bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan sebut Bupati.

"Seiring berkembangnya bandara H. Muhammad Sidik sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara di wilayah Kalimantan tengah bagian utara, kebutuhan akan pelayanan meteorologi yang modern menjadi semakin penting," sampai Bupati lagi.

Infrastruktur radar cuaca ini akan menjadi bagian integral dalam mendukung keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara, tambahnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BMKG dalam berbagai aspek, baik penyebarluasan informasi cuaca kepada masyarakat, peningkatan kapasitas mitigasi bencana, edukasi kebencanaan, maupun pemanfaatan data meteorologi untuk mendukung kebijakan pembangunan daerah.

"Saya juga berharap keberadaan radar cuaca ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, akademisi, media massa, serta seluruh lapisan masyarakat," tutupnya.

Sementara itu, Kepala BMKG RI memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara atas dukungan yang diberikan kepada BMKG dalam menjalankan tugasnya mendukung semua sektor pembangunan.

"Radar C-Band di Muara Teweh ini merupakan rangkaian dari 45 radar cuaca yang saat ini kita miliki di Indonesia dari kebutuhan 75 radar cuaca di seluruh negara kita," jelasnya.

Ditambahkannya, Radar Cuaca ini dapat memberikan informasi terkait cuaca setempat dan sekitarnya dengan radius hingga 250 KM, termasuk intensitas hujan, modifikasi cuaca juga mendukung keselamatan transportasi udara.

"Saya berpesan kepada UPT, Kepala Stasiun, agar dapat menjaga, mengelola, merawat Radar Cuaca ini dengan baik," pesannya menutup sambutan.

Hadir dalam kegiatan peresmian ini Kepala BNPB, Perwakilan Dandim 1013 Muara Teweh, Perwakilan Kapolres Barito Utara, AKP Erik Andersen, S.T.K., S.I.K., M.H, Ketua Majelis Ulama Indonesia Barito Utara, KH. Rusmadi Darsani, Lc dan beberapa tamu undangan lainnya.