Syalimuddin Mayasin Salah Satu Tokoh Pejuang Perubahan Barito Utara Dari Jambu Sahabat H. Gogo

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Syalimuddin Mayasin nama yang mulai akrab di publik Barito Utara. Terakhir namanya semakin populer ketika ia ditolak disebut sebagai "Tokoh Dayak Bakumpai" oleh sebuah organisasi.

Syalimuddin Mayasin dianggap tidak merepresentasikan Dayak Bakumpai terkait Penyerahan Piring Putih kepada Damang Adat MAKI dalam polemik Pelabuhan Jetty Bintang Ninggi II. Sementara Syalimuddin Mayasin tidak membawa nama organisasi Dayak, melainkan hak individual selaku orang yang memang ditokohkan di kultural Dayak, kendati tidak secara struktural.

Setokoh apa Syalimuddin Mayasin?

Sekadar informasi, Syalimuddin Mayasin muncul di permukaan publik Barito Utara terutama saat dirinya menjadi tokoh yang mendukung penuh dan mengawal di garis depan majunya H. Gogo Purman Jaya dan Hendro Nakalelo (Gogo Helo) di Pilkada lalu.

Selanjutnya Syalimuddin Mayasin kembali melanjutkan dukungannya untuk perubahan dengan mendukung Paslon H. Shalahuddin dan Felix Soenadi Y Tingan setelah Gogo Helo gagal melanjutkan maju sebagai pasangan calon setelah sama-sama didiskualifikasi bersama rivalnya Agi Saja.

Keakraban yang tampak dekat antara Syalimuddin Mayasin dan H. Gogo serta H. Shalahuddin dan Felix Soenadi tampak tercermin ketika mereka berkumpul penuh canda tawa saat di rumah kediaman H. Gogo pada hari raya idul Fitri kemarin. Syalimuddin Mayasin termasuk salah satu "bintang" dalam pertemuannya.

Saat penggerebekan pelaku politik uang di Muara Teweh yang menghebohkan hingga jagat Nasional, Syalimuddin Mayasin adalah tokoh yang senantiasa mengawal perkembangan kasusnya bersama ribuan pendukung Gogo Helo saat itu, termasuk bersama Mahyudin Amang Boy.

Ia kerap hadir di depan dan memberikan pengarahan kepada pendukung Gogo Helo saat di halaman Mapolres, ketika ribuan pendukung Gogo Helo dan warga masyarakat anti politik uang menunggu kejelasan status hukum para terduga money politic saat itu.

"Paman Salimudin lebih pas sebenarnya disebut sebagai salah satu Tokoh Perubahan Barito Utara dari warga Bakumpai, sebutan itu lebih istimewa untuk beliau," kata Yusran warga Mura Teweh.

Ketokohan sebagai tokoh pro perubahan di Barito Utara yang muncul dari sosok Syalimuddin Mayasin, menurut Yusran sudah di atas kertas diakui oleh puluhan ribu warga Barito Utara yang pro perubahan di Kabupaten Iya Mulik Bengkang Turan.

"Beliau jelas ketokohannya, ketimbang jadi tokoh seremonial pembaca doa untuk kampanye politik tertentu atau jadi politisi yang dulu nyaris baku hantam di muka kantor pengadilan membela politik uang. Tokoh yang itu-itu juga," kata Yusran tanpa merinci maksudnya.

Dari catatan yang ada, Syalimuddin Mayasin lahir di Kelurahan Jambu Kabupaten Barito Utara, dan saat ini Bapak berbadan tegap ini telah berusia 53 Tahun. Ia sejak muda adalah aktivis, salah satunya di HMI pada Tahun 1992.

Pada Tahun 1994 - 2001 Syalimuddin Mayasin menjadi anggota WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup non-pemerintah (LSM) yang berfokus pada advokasi, perlindungan lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam yang adil, serta pembelaan hak-hak masyarakat adat dan lokal.

Tidak hanya sampai disitu, pada saat periode ke - 2 Sugianto Sabran sebagai Gubernur Kalimantan Tengah, Syalimuddin Mayasin menjadi anggota Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng.

Saat ini Syalimuddin Mayasin aktif sebagai salah satu anggota aktivis 98 Kalimantan Tengah, forum aktivis yang turut berperan dalam mewujudkan reformasi tahun 98.