Upacara Hari Bhayangkara Ke 80 Barito Utara, Inspektur Upacara Bupati Shalahuddin

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Upacara Hari Bhayangkara Ke - 80 Tahun 2026 di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh, berlangsung khidmat dan mengesankan, dihadiri langsung Kapolres AKBP Singgih Febiyanto, SH, S.I.K dan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST, MT, Rabu (1/7/2026).

Dimulai sekitar pukul 08.00 WIB Pagi, bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST, MT dengan Perwira Upacara, Kompol Perdhana Mahardika, yakni Kabag OPS Polres Barito Utara, Akpol Angkatan Tahun 2012.

Sedangkan sebagai Komandan Upacara, Iptu Ade Sumarna, S.Sos, M.Ap dan sebagai Pengucap Tribrata adalah IPDA Riyanto, alumni Sekolah Inspektur Polisi Tahun 2025.

Inspektur Upacara H. Shalahuddin yang membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia dimanapun bertugas. 

"Tema peringatan tahun ini “Polri untuk Masyarakat” adalah sangat tepat. Ini adalah jati diri. Ini adalah arah pengabdian. Ini adalah, dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara. Polri hadir untuk rakyat. Polri bekerja untuk rakyat. Polri harus melindungi rakyat. Polri mengabdi kepada bangsa dan negara," kata amanat Presiden RI yang dibacakan Bupati Shalahuddin.

Kemudian di momen Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, Presiden RI menyampaikan beberapa pesan sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pertama, jagalah kepercayaan rakyat, karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi. Kedua, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. 

"Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat, semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," kata Presiden.

Ketiga, tegakkan hukum dengan adil. Berani membela yang benar, berani melindungi yang lemah. Keempat, terus tingkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan termasuk teknologi, kecerdasan buatan. 

Kelima, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri, harus selalu bersama institusi lain. Bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia.

"Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong, semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," kata Presiden RI dalam amanat yang dibacakan Bupati Shalahuddin dan disimak segenap anggota Polres Barito Utara.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati, Felix Soenadi Y Tingan, Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Inf. Nurwahid, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, R. Firmansyah, SH, Ketua Pengadilan Negeri Muara Teweh, Sugiannur, SH, MH.

Tampak pula hadir Sekda Barito Utara, Drs. H. Muhlis, Pejabat Utama Polres Barito Utara, para Kepala Dinas, Damkar, BPBD, Gerakan Pramuka, jajaran BUMN, direksi perusahaan swasta, perbankan dan berbagai organisasi masyarakat serta elemen adat Dayak.