Tokoh Dayak Suria Baya
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Dibanding antrean BBM di wilayah lain seperti Makassar yang mengular panjang berkilo-kilo meter jauhnya, di Kabupaten Barito Utara antrean warga di SPBU disebutkan hampir tidak ada.
Jarang terlihat adanya antrean warga di SPBU, kecuali di SPBU milik pemerintah daerah di jalan Lingkar Kota, Muara Teweh. Itu pun tak sampai berkilo-kilo meter panjangnya sebut salah satu warga. Meskipun kondisi BBM disebut-sebut sedang mengalami "krisis."
Menurut beberapa warga yang dimintai pendapatnya, tak adanya antrean di mayoritas SPBU-SPBU Barito Utara disebabkan SPBU di Kabupaten Barito Utara jarang buka karena stoknya yang cepat sekali habis dan tutup.
Kemudian tentang pengantre sanggup berjam-jam mengantre di SPBU milik perusahaan pemerintah daerah, mayoritas didiminasi pelangsir, baik menggunakan mobil atau motor, ujar mereka.
Keadaan demikian menyebabkan warga akhirnya terpaksa membeli BBM di eceran yang harganya meroket dari 17 ribu sampai 24 ribu rupiah perliter dan tentu sangat membebani ekonomi mereka.
"Di SPBU cepat habis, di SPBU milik pemerintah yang dahulunya diharapkan tak ada pelangsir yang membebani antrean warga, nyatanya saat ini penuh pelangsir, maka warga memilih membeli di eceran yang harganya selangit," ujarnya.
Belum lama, ini dalam sebuah Rapat Koordinasi Forkopimda, Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara menyatakan akan membentuk Satgas BBM dan LPG yang akan secara serius mengawasi BBM dan Gas bersubsidi di Barito Utara.
Langkah dan tindakan Pemerintah Daerah tersebut mendapat dukungan pula dari tokoh Dayak Kabupaten Barito Utara, Suria Baya yang menyatakan dukungannya atas dibentuknya Satgas BBM dan Gas LPG 3 Kg oleh pemerintah daerah.
"Saya mendukung dibentuknya Satgas, dan meminta SPBU yang terbukti bermain BBM agar ditutup saja dan tidak hanya menyasar pelangsir," tegas Suria Baya saat diwawancarai (14/9/2026).
Terpisah, mewakili warga Liang Buah Kabupaten Barito Utara, Sukardianto, mengaku warga di desanya sangat kesulitan karena harga BBM yang terlalu tinggi saat ini
"Sangat memberatkan kami warga desa Liang Buah. BBM di tempat kami antara 20 sampai dengan 24 ribu rupiah perliter," ujarnya.
Oleh karena itu, Sukardianto, menyatakan dukungannya atas dibentuknya Satgas BBM dan LPG 3 Kilogram oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara dan berharap para pemain BBM yang terbukti melakukan pelanggaran BBM dapat ditindak dengan tegas.
