Atlet Lomba Lari Jelang Sahur : Kapolres Barut Mantap, Hidup SBY, Gerdayak Luar Biasa

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Ribuan warga Muara Teweh tumpah ruah pada final Run Race Ramadhan (lomba lari) yang digelar oleh Polres Barito Utara didukung tokoh Dayak Suria Baya (SBY) dan Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kabupaten setempat, Sabtu Malam (8/2/2026).

Animo masyarakat untuk menyaksikan puncak perlombaan lari yang merakyat ini diluar ekspektasi, penonton secara bertahap berdatangan memenuhi jalan Tumenggung Surapati sejak pukul 10 Malam dan terus bertambah hingga nyaris tidak ada lagi tempat untuk menonton.

Mereka datang dari berbagai usia dan profesi. Dari yang masih duduk dibangku sekolah, kuliahan, hingga sudah bekerja. Namun yang paling mendominasi ialah generasi masa kini Barito Utara yaitu anak sekolahan.

"Masih boleh mendaftar lah Kak?" tanya beberapa orang remaja kepada panitia lomba, Yolan Berbie, yang dijawab, pendaftaran sudah berakhir semenjak kemarin dimulainya lomba, kata dia ramah.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Kasatlantas Polres Barito Utara AKP. Dwi Susanto, SE. MM, Kasi Humas Polres Barito Utara Iptu Novendra serta tokoh generasi muda dan insan pers.

Adapun tamu kehormatan pada kegiatan ini adalah tokoh Dayak yang dihormati sekaligus pengusaha Barito Utara yang dikenal hingga dikalangan kaula muda, Suria Baya, yang hadir bersama sang Istri, Nyonya Lusi Indah Sari Suria Baya dan beberapa kerabat.

Untuk lomba ini Suria Baya beserta sang istri menjadi penyumbang utama dengan menyumbangkan 6 buah handphone untuk juara 1, 2 dan 3 pada kategori putra dan putri. Tidak lupa memberikan saweran kepada pelari berupa uang tunai yang berjumlah jutaan rupiah.

"Saya hanya ingin anak-anak kami di Barito Utara yang ikut lomba ini semakin termotivasi melalui olah raga atletik yang merakyat ini, daripada mereka ikut balapan liar. Sekaligus untuk kegembiraan menyambut bulan Ramadhan. Saya bahagia kalau melihat mereka juga gembira seperti saat ini," ujar Suria Baya yang antusias menyaksikan jalannya lomba.

Persaingan untuk memenangkan lomba ini sangat ketat, meskipun terkesan sebagai olah raga rakyat, peserta lomba juga diisi atlet lari yang pernah mengikuti Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) atau Porprov maupun pemula yang memang memiliki kecepatan sprint.

Nisa, pelari kategori Putri yang ikut berlomba pada malam final ini sudah sering mengikuti lomba lari yang resmi sejak SD. Sayangnya Pelajar SMKN 1 Muara Teweh ini harus rela menjadi juara ke 2 setelah berhasil dilalui oleh Khansa atau Caca, siswi SMPN 1 yang baru kali ini mengikuti lomba.

"Kaki saya sakit," jawab Nisa menjelaskan faktor penyebab kegagalannya meraih juara 1 saat itu.

Meskipun Nisa menempati juara 2 ia banyak menerima saweran dari para penonton yang mensupport dirinya, termasuk dari Suria Baya dan sang istri yang segera memanggil Nisa usai dirinya bertanding. Tampak saat itu Nisa harus kesana kemari dipanggil penonton yang ingin memberinya saweran.

Juga menarik pada lomba ini, apabila kedua pelari jarak pendek tersebut terlihat bersamaan masuk garis finish namun masih ada keraguan untuk disebut draw berdasarkan penglihatan mata juri dan penonton yang mengeluarkan pendapatnya, maka beberapa saat penonton atau "komentator" dipersilahkan saling mengajukan pendapat berupa alasan rasional atau dengan menunjukan bukti-bukti vidio dari siapa saja yang merekam.

Setelah cara-cara musyawarah mufakat tadi selesai dilakukan, maka juri akan mengambil keputusan yang harus diterima dengan lapang dada oleh peserta dengan semangat Ramadhan yang penuh keikhlasan dan kesabaran.

Juara 1 untuk kategori Putra diraih oleh Adi yang juga merupakan atlet Porprov dan Porkab, ke 2 Bilal dan Ke 3 Fahrul. Sedangkan juara 1 kategori Putri diraih Caca, ke 2 Nisa dan ke 3 Sera dari MTSN Muara Lahei.

"Kapolres Barut Mantap, Hidup SBY, Gerdayak luar biasa," ucap para peserta lomba mengucapkan pernyataan dukungan mereka secara serentak dan kompak usai acara.