Efektivitas Metode Ummi Makin Diminati, Barito Utara Silaturahmi Guru Ummi Dirangkai Sosialisasi dan Tashih

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Pelajaran membaca Al-Qur'an secara metodis yang disusun agar mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati, disertai tartil dan kaidah ilmu tajwid yang kini dikenal dengan sebutan metode "Ummi," telah diperkenalkan secara luas oleh Koordinator Daerah Ummi Foundation Murung Raya -Barito Utara.

Melalui sebuah kegiatan Silaturahmi Guru Ummi yang dirangkai dengan Sosialisasi dan Tashih (pengujian dan pengesahan) Masal Metode Ummi, bertempat di aula VIP Rumah Makan Pondok Stadion, Muara Teweh, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas guru Al Qur'an bagi lembaga pendidikan agama Islam Barito Utara dan guru Al Qur'an secara umum (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Daerah Ummi Foundation Murung Raya - Barito Utara, H. A. Safari S.Pd.I., M.Si dan manager QA (penjamin mutu), Irnawiyanti S.Kep. Ns. S.Pd. M.Pd. M.M serta diikuti oleh 70 perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan agama Islam se - Kabupaten Barito Utara.

Tercatat beberapa lembaga pendidikan Islam yang mengikuti kegiatan ini, terdiri dari :

- Sekolah Islam Terpadu Ta'limul 

- Ta'limul Khossil Qur'an 

- PAUD, SD dan RQ Al Falah

- TPA Mutmainnah 

- TPQ Syifa warahmah 

- TPq Mambaul Ulum

- TPq Nailul Ulum

- TPA Syuhada

- MI Babussalam

- TK IT Gita Ihsani

- TPa Griya Al Furqon

- TPA Nurussalam Karengan

- Mesjid Islamic Center 

- 3 orang secara individu.

Sebagaimana metode "Iqra" yang telah dikenal secara luas sebelumnya, metode Ummi adalah metode paling terbaru yang diakui beberapa pihak dapat menambah kemampuan lebih dalam akurasi makhrajul huruf (tempat keluar huruf) dan penerapan ilmu tajwid dalam membaca Al Qur'an. 

Lebih penting lagi, metode ummi memiliki standarisasi mutu untuk menjadi seorang guru Al Qur'an, sehingga menambah kualitas dan kemampuan kompetensi seorang guru Al Qur'an yang akan terjun ke masyarakat.

"Tashih dilakukan tiap 3 tahun sekali terhadap para guru Al Qur'an, bacaan guru Al Qur'an di test kembali untuk bisa mendapatkan sertifikat mengajar lagi," ucap seorang peserta.

Koordinator Daerah Ummi Foundation Murung - Raya - Barito Utara, H. A. Safari S.Pd.I., M.Si, dalam kegiatan ini menerangkan bahwa saat ini telah terdapat 854,99 santri ummi di seluruh Indonesia.

"Trainer daerah sebanyak 1.743 trainer, lembaga pengguna sebanyak 7.712, guru ummi sebanyak 53.944 dan sekolah model 257," paparnya.

Kegiatan Silaturahmi ini, sambungnya, di gelar untuk mengenalkan lebih dekat apa itu "Ummi," sehingga memahami bagaimana konsep, pendekatan dan sistem pembelajaran dari "Ummi."

Ia berpesan kepada para guru membaca Al Qur'an agar senantiasa istiqamah dalam mengajar Al Qur'an, kendati tentu akan selalu ada tantangan yang harus dihadapi dalam perjalannya.

"Banyak rintangan, halangan, bahkan keuangan, jangan berkecil hati. Karena dengan niat yang tulus akan menjadi pahala untuk kita," pesan beliau.

Pada kegiatan ini dilakukan juga Tashih untuk mencoba bacaan Al Qur'an para pengajar serta dialog interaktif antara narasumber dan peserta, sehingga terjalin komunikasi yang mencerdaskan seputar belajar dan mengajar Al Qur'an.