H. Mochamad Ikhsan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara (19/9/2026). Foto : Warna Kalimantan
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di wilayah Kecamatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dan masih terus ditangani Pemerintah Daerah setempat bekerjasama dengan berbagai pihak.
Data sementara dari BPBD Kabupaten Barito Utara, jumlah titik api di Kabupaten Barito Utara pada bulan September sebanyak 77 titik api, adapun total dari bulan Januari hingga 16 September 2026 berjumlah 482 titik api.
"Yang ditangani Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Barito Utara sebanyak 261 kejadian dengan luasan sekitar 269 hektare," terang H. Mochamad Ikhsan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara (19/9/2026).
Ikhsan melanjutkan, kesulitan mencapai lokasi kejadian dibeberapa titik tertentu masih menjadi kendala yang dihadapi petugas di lapangan dalam pemadaman api termasuk juga sumber air.
"Namun demikian, sesuai arahan Bupati kemarin yang disampaikan kepada kami, bekerjasama juga dengan PDAM dan Dinas terkait, kita akan mengarahkan 10 truck tengki yang isinya tandon," sebut beliau.
Upaya memblokade api dengan mengerahkan alat berat untuk membuat sekat-sekat parit sedang dijalankan pula oleh Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara di beberapa titik tertentu.
Terakhir BPBD, Damkar, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api memadamkan beberapa titik Api di Kecamatan Teweh Selatan yang dipantau secara langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin dan unsur Forkopimda Barito Utara.
