Oprit Jembatan Sungai Ulin Akan Diperbaiki Lagi, Kadis PUPR Barut Minta Kerjasama Kendaraan Muatan Berat

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Oprit jembatan Sungai Ulin di Sei Rahayu I menuju arah KM. 52 Kabupaten Barito Utara yang baru dibangun tahun 2025 sudah mulai mengalami kerusakan cukup parah.

Kerusakan terlihat jelas pada sekitar oprit atau jalan semen sebelum naik ke atas jembatannya. Semen sudah tampak terlihat pecah-pecah dan mulai amblas pada sisi kiri - kanannya.

Merespons keadaan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara M. Iman Topik menjelaskan penyebab hal tersebut terjadi. Ia menerangkan, jembatan tersebut dibangun Tahun 2025 melalui anggaran swakelola dan baru selesai.

Sekadar untuk diketahui, swakelola adalah instansi pemerintah sebagai pengelola utama proyek, dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan tanpa melibatkan kontraktor luar. 

Dilanjutkan oleh Iman Topik, bahwa kerusakan tersebut disebabkan karena timbunan material yang belum maksimal dilakukan semenisasi atau rigid, dan umur beton belum sampai waktunya tetapi sudah dilintasi oleh kendaraan truk bermuatan. Maka untuk perbaikan akan dilakukan pengecoran rigit kembali sampainya.

"Kerusakan tersebut akan dilakukan penangganan dengan terlebih dahulu ex material ditambah timbunan agregat dijadikan pemadatan opritnya dengan mengunakan alat berat, dan pengujian bahwa pemadatan tersebut sudah sesuai, maka akan dilakukan pengecoran rigit kembali," tuturnya kepada Warna Kalimantan.

M. Iman Topik juga memohon kerjasama dari warga masyarakat pengguna jembatan agar bisa bersama-sama membatasi kendaraan yang melintas, khususnya truk bermuatan selama prosesnya nanti.

Dengan penjelasan dari Kepala Dinas PUPR Barito Utara M. Iman Topik ini banyak diharapkan agar kendaraan berbeban berat untuk memberikan kesempatan hingga postur rigit benar-benar maksimal usai pengerjaan nantinya.